Rabu, 30 September 2015

Riview "BILA"

Judul : Bila
Penulis : Laini laitu
Penerbit : Mediakita
Tahun : 2015
Tebal : 292 halaman

"Sekuat apapun aku mengubahmu kalau kamu tidak niat sama aja. Jadi, semua kembali kedirimu sendiri, bukan aku yang mengubah cara pandangmu, tetapi belajarlah berubah dalam menilai dan memandangku." (Hal-210)

Bila mencintai fadli yang notabennya sahabatnya sendiri, dan apesnya lagi dalam waktu dekat fadli akan menikah dengan wanita yang baru dikenalnya. Jangan ditanya perasaan bila kayak gimana,  bila hancur, marah sama keadaan. Kenapa bukan dia? Padahal bila lebih dulu mengenal fadli dibanding dengannya, Bila juga lebih tau tentang fadli, tapi kenapa?
Sampai pada akhirnya dia mencoba berdamai dengan keadaan, mempercayai takdir bahwa fadli bukan jodoh yang selama ini ia cari. Karna apa yang bila cari dan butuhkan adalah seseorang yang selama ini berada didekatnya, dia selalu ada buat bila ketika ia membutuhkannya, menemaninya di masa-masa tersulitnya dan menggenggam tangannya untuk menguatkan dirinya, seseorang itu yang tanpa bila sadari telah ia percayai memiliki hatinya, seutuhnya. Karna adanya kesamaan akhirnya mereka saling mencintai. Pada akhirnya kita akan yakin, bahwa suatu yang sudah hilang akan digantikan dengan yang jauh lebih baik lagi.

"Saat ini adalah pertama kalinya aku menolak permintaan kedua dari orang yang kusayangi".
"Kenapa disaat aku seharusnya berbahagia tetapi justru ada sedikit sesak saat tahu dia akan pergi dengan orang lain". (Hal-4)

"Aku tidak akan berkata seperti orang lain 'aku bahagia jika melihatmu bahagia' karena faktanya sekarang aku tidak bahagia". (Hal-28)

"Kenapa? Aku hanya mengajarkan pada hatiku sebuah penerimaan, menerima kalau dia bukanlah jodohku". (Hal-90)

"Jodoh itu seperti kunci dan gemboknya, tidak bisa ditukar". (Hal-92)

"Saat kamu tidak bisa menjawab pertanyaan  seseorang, maka menghindar adalah pilihan yang terbaik". (Hal-127)

"Mengapa harus berkutat dengan masalah yang sama di saat kita sudah tidak akan memiliki". (Hal-147)

"Melihatnya duduk diteras membuatku merasa seperti menemukan tempat pulang". (Hal-186)

"Kehilangan seseorang yang telah kita harapkan, mungkin adalah hal yang paling mengenaskan". (Hal-213)

Bila kita mau dan mampu untuk paham apa yang sudah dirancang ALLAH untuk kita maka sakit hati itu akan segera sirna.

Minggu, 28 Juni 2015

Surat Cinta Kepada Tokoh Fiksi

Surat CintaTeruntuk : Dave Dari novel "Cinta Masa Lalu" karya Nima Mumtaz.

Dear mas Dave...
Awalnynya aku tak menyadari kalau hatiku tlah tertambat dihatimu mas dave, yah itulah yang namanya hati, tak pernah tau kepada siapa akan berlabuh *jiahhhhaha :p
Seiring dengan berjalannya waktu yang entah sampai kapan semuanya akan terasa sempurna mungkin, yah itulah harapanku.
Kurasa engga ada alasan buat wanita untuk tak tertarik terhadapmu, kamu yang baik, kamu yang setia, kamu yang sabar, kamu yang bertanggung jawab sama apa yang kamu lakukan dan kamu yang mau berdamai dengan masa lalu. Engga mudah membesarkan seorang anak sendirian disaat sang ibu tidak mau mengakuinya, tidak mau menerima dihidupnya, tapi kamu apa? kamu rela menghabiskan waktumu, kamu rela kerja keras dan melewatkan masa mudamu begitu saja demi daiva, anakmu, subhanaallah. Dan dari situlah semua dimulai, aku mengagumimu seperti embun menyambut sang pagi, seperti malam merindukan sang bintang, dan seperti minyak pada gorengan *gubrak :D
Dan mimpiku yang paling indah adalah memilikimu, menjagamu dan selalu berada disampingmu *ini ciuss lohhh :D
Ketika mimpiku menjadi sempurna ialah menjalani hidup bersamamu *dogetok istrinya :p
Ya maka dari itu saya sadar kamu sudah ada yang punya, sudah ada yang memiliki dan sudah ada yang menemani. Tapi yang namanya berharap itu tak ada salahnya mas, walaupun terkadang menyakitkan hati, rempelo, dan lambung *ckck :p
Tapi aku bukan orang yang mau menangis di atas kebahagian orang mas, engga bakalan kok. Karna itu percuma, rugi diakunya entar *yakali deh haha :p
Terakhir dan bukan pertama, disini, iya masih disini dan engga kemana-mana, aku akan tetap berdoa buat kebahagian kamu dan keluargamu, semoga kedepannya takdir tidak mempermainkanmu lagi, tetap belajar menerima ketentuan-NYA. Jaga apa yang kamu punya ya, jangan sampai diambil orang, dan mungkin tuhan ingin kita saling merindukan dalam doa-doa, kumenunggu kok dalam sabarku *tetep aja ngarep haha :D

Hadiah yang diinginkan : Morning brezee, dari Viera Fitani

Jumat, 29 Mei 2015

Riview Love Fate

Judul : Love Fate
Penulis : Sari Agustia
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tahun: 2015
Harga: Rp. 43.800

"Bagaimanapun Allah SWT tidak tidur, selalu ada hikmah di balik setiap peristiwa asalkan manusia ikhlas dan bersabar". (Hal: 22)

"Kuyakin tak ada seorang ayah manapun yang siap melepas anaknya, meski secara fisik anak itu tetap tinggal seatap denganya setelah menikah". (Hal: 41)

Sebuah kisah tentang perjuangan untuk mempunyai anak setelah menikah selama 5 tahun. Tak mudah memang ketika keegoisan itu ada, salah satu dari mereka berfikir kalau dia sehat, sehingga tidak mau diperiksa. Ketika keingan kuat untuk mempunyai anak itu sudah ada, sampai berfikir untuk mengambil jalan mengadopsi. Disini Tessa dan Bhas menjawabnya, bahwa keinginnan yang kuat itu harus di sertai usaha yg keras juga.

"Wis! belum dikasih gusti Allah aja kok repot! Sing penting istriku ayu!". (Hal: 50)

" Aku yakin, sampai kapan pun kebohongan tak akan pernah membawa kebaikan". (Hal: 156)

"Semoga nanti digantikan dengan yang lain dan terbaik". (Hal: 157)

" Kelak, kebahagianmu terletak di kebahagiaan istrimu". (Hal: 204)

~~~~~~